Cerita ‘Mukidi’ Tumbangkan Meme dan Video Pendek

16Okt, 2018

28 Agustus 2016

Rimanews – Cerita ‘Mukidi’ tengah heboh di berbagai grup layanan pesan instan maupun media sosial. Fenomena ini dianggap pesan positif karena konten berbasis teks mampu bersaing dengan foto, meme, video pendek, maupun konten audi visual lainnya.

Direktur Eksekutif Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi, Hariqo Wibawa Satria, menjelaskan sepanjang 2012 hingga 2016, konten tulisan yang panjang-panjang tersingkir oleh konten seperti foto, meme video pendek yang cepat dicerna.

Konten yang paling cepat diproduksi adalah foto dan video kejadian karena bisa langsung diunggah di media sosial atau grup percakapan. Sementara tulisan, kata dia, termasuk konten yang sulit, butuh imajinasi tinggi dan gaya penyajian yang pas.

Hadirnya cerita Mukidi, menurut Hariqo, menjadi bukti bahwa masyarakat masih suka membaca tulisan yang panjang-panjang. Sekaligus menjadi kabar gembira para penulis.

“Cerita Mukidi yang berbasis teks hadir ditengah dominasi foto, meme, video pendek. Selera masyarakat tidak berubah, konten yang paling disukai adalah yang lucu dan menghibur. Cerita Mukidi punya kekuatan di Mukidinya, banyak cerita Mukidi yang hits, sehingga jika ada cerita baru Mukidi bisa dianggap sama lucunya dengan cerita sebelumnya,” kata Hariqo dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/08/2016).

“Dari Pak Soetantyo Moechlas, penulis cerita-cerita Mukidi, kita dipesankan banyak hal,”sambungnya.

Pertama, konten tulisan akan tetap eksis di dunia digital, tergantung isi konten dan penyajiannya dan seberapa konsisten kita memproduksinya.

Kata dia, cerita Mukidi sudah lama diproduksi secara konsisten namun baru belakangan populer. “Jadi populernya cerita Mukidi sebanding dengan kerja keras penulisnya,”.

Kedua, lanjut Hariqo, dunia konten adalah milik siapa saja yang berani produksi, bukan dominasi anak muda atau orang berusia 62 tahun seperti Soetantyo.

Cerita Mukidi juga membantah stereotip bahwa generasi yang lahir tahun 90-an kurang tertarik membaca konten-konten berisi tulisan yang panjang, mereka lebih tertarik pada konten sederhana yang cepat dicerna dan spontan membuat orang senyam senyum.

“Ini membuktikan bahwa ungkapan itu tidak selalu benar,” tutupnya.

Sumber: http://rimanews.com/gayahidup/read/20160828/301021/-Cerita-Mukidi-Tumbangkan-Meme-dan-Video-Pendek

Baca juga: https://www.brilio.net/serius/mau-tahu-isi-proklamasi-ala-pengguna-medsos-begini-nih–160425i.html

https://olahraga.rmol.co/read/2018/07/23/348887/Komunikonten:-Mari-Gunakan-Medsos-Kita-Sebar-Konten-Asian-Games-2018-

 

Tinggalkan Komentar

CS Online