fbpx

Tips Jika Anda Berada Di Grup Whatsapps Asing

13Jun, 2019

Oleh: Hariqo Wibawa Satria, Direktur Eksekutif Komunikonten

Di Brasil, Malaysia dan Afrika Selatan, sekitar setengah dari responden survei menyebut whatsapp sebagai sumber utama berita. Padahal di grup whatsapp itu banyak yang mereka tidak kenal. Ini meningkatkan penyebaran informasi yang salah (spread misinformation). Begitulah hasil survei online terhadap 75.000 orang di 38 negara, yang diselenggarakan Reuters Institute di Oxford University tahun ini. Survei ini diulas dalam tulisan Rory Cellan-Jones berjudul “Who will pay for trusted news?” https://www.bbc.com/news/technology-48595593

Fokus tulisan Rory Cellan-Jones adalah, semakin tingginya keinginan masyarakat dunia untuk mendapatkan berita yang benar. Sayangnya di beberapa negara, masyarakatnya enggan membayar untuk mendapatkan berita yang benar tersebut. Mereka lebih tertarik membaca berita dari sumber lain, yang justru secara ekonomi merugikan perusahaan media sebagai pembuat berita. Rory Cellan-Jones tidak banyak membahas tentang whatsApp, karena itulah saya menulis tentang ini.

Jika Anda berada dalam sebuah grup whatsapp asing?, yang Anda tidak mengenal banyak anggotanya. Waspadai ada nomor di grup itu yang mengirim fitnah, hoaks, ujaran kebencian, pelecehan SARA, produk kesehatan palsu, kosmetik palsu, investasi palsu, loker palsu, dll. Jika tergoda menyebarkannya bisa berujung penjara, karena Anda merugikan banyak sekali orang.

Tidak semua kita ‘punya waktu’ mengecek kebenaran sebuah konten, apalagi saudara kita yang bekerja sebagai guru, dokter, pelajar, perawat, driver, pramusaji, polantas, ibu rumah tangga, pramugari, pedagang, dll.

Sedangkan untuk grup whatsapp yang jelas anggotanya, seperti grup alumni sekolah, grup kantor, dll. Ada beberapa usulan tips dari saya: 1) Admin grup whatsapp cukup 1-2 orang saja, pastikan keduanya bersedia jadi Admin, ganti jika yang bersangkutan tidak bersedia. 2). Cek rutin jumlah anggota whatsapp, segera periksa jika bertambah atau berkurang. 3) Bagi anggota yang ingin mengganti nomor agar melapor ke admin. 4) Buat aturan di dalam grup, dan sampaikan terus menerus.

5) Keluarkan nomor yang mencurigakan, jika ia protes, admin agar menelpon untuk memastikan siapa dia, setelah yakin barulah dimasukkan kembali. 6) Ingatkan, jika tidak mempan, maka keluarkan nomor yang sering menyebar fitnah, hoaks, ujaran kebencian, pelecehan SARA, produk kecantikan palsu, kosmetik palsu, investasi palsu, loker palsu dll.
7) Jangan meyakini, memastikan, memutuskan sendiri bahwa sebuah konten adalah benar, minta bantuan teman, keluarga, guru untuk ikut memutuskan.

Banyak lulusan S-1, S-2, S-3 ikut menyebar kebohongan tentang kesehatan, politik, dll. Bukan karena mereka jarang baca buku dan tidak pintar. Tetapi karena belum bisa membedakan mana akun asli dan mana palsu, mana media kredibel yang jelas susunan redaksinya, mana yang tidak. Terkadang untuk bisa membedakannya, seseorang harus masuk ke dalam dunia media sosial.

Tinggalkan Komentar