fbpx

Lima Penyebab Organisasi Membentuk Tim Media Sosial

21Feb, 2020

Oleh: Hariqo Wibawa Satria*

Suatu hari saya mengisi pelatihan selama enam jam, pesertanya tiga orang. Di awal saya bingung karena dalam materi saya ada sesi praktik kelompok. Akhirnya saya ganti dengan sesi tanya jawab.

Pernah juga saya menghadapi 15 peserta pelatihan. Hasilnya lebih maksimal, karena interaksi, gelak tawa, guyon, persaingan antarkelompok ikut menstimulus peserta berpikir maksimal.

Sama halnya dengan tim media sosial, jika anggotanya hanya dua orang tentu sulit melahirkan ide kreatif. Itulah mengapa pembentukan tim media sosial sangat strategis.

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya, sebuah organisasi membentuk tim medsos disebabkan beberapa hal berikut:

Pertama, keputusan rapat organisasi di akhir kepengurusan yang meminta pengurus baru membentuk tim medsos.

Kedua, keputusan rapat kerja organisasi setelah pelantikan pengurus baru.

Ketiga, instruksi dari stuktur organisasi di atasnya. Misalnya pengurus pusat menginstruksikan kepada pengurus daerah.

Keempat, perintah langsung dari pimpinan organisasi. Sebabnya bisa karena kesadaran pimpinan, ide anggota atau pengaruh eksternal seperti bacaan, konsultasi maupun terinspirasi dari organisasi yang memiliki tim medsos.

Kelima, krisis komunikasi yang memerlukan penanganan serius. Sebaiknya jangan membentuk tim medsos karena saran pihak lain semata, melainkan pertimbangkan kebutuhan dari sisi internal organisasi Anda sendiri: mengapa organisasi Anda butuh tim medsos?, medsos apa saja yang akan digunakan?, tim medsos seperti apa yang akan dibentuk?. Bagaimana kedudukan tim medsos di organisasi Anda?.

Buatlah sebanyak mungkin pertanyaan mendasar, jawabannya tidak boleh hanya di pikiran Anda. Tuliskan, bicarakan, diskusikan agar orang lain dapat membaca, mengkritik dan memperkuatnya. Bergembiralah dengan mereka yang ragu dengan ide pembentukan tim medsos, ubah kecurigaan mereka menjadi kepercayaan.

Jangan ragu untuk menghubungi Komunikonten di: 082330501337 atau 081289001636

*Hariqo, Penulis Buku Seni Mengelola Tim Media Sosial, Pengamat media sosial dari Komunikonten, CEO Global Influencer School.

Tinggalkan Komentar